{"id":660,"date":"2024-01-02T15:59:39","date_gmt":"2024-01-02T08:59:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.mediapenilai.co\/?p=660"},"modified":"2024-01-02T16:18:30","modified_gmt":"2024-01-02T09:18:30","slug":"penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/","title":{"rendered":"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian"},"content":{"rendered":"<p>Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana, yang sudah lama berkarier di industri jasa penilaian. Berkat didikan sang ibu, Bunga dan Delya mampu berkembang menjadi penilai yang profesional.<\/p>\n<p>Bunga dan Delya sama-sama lulusan Program Magister Ekonomi Pembangunan, Manajemen Aset, dan Penilaian Properti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Meskipun status mereka sebagai anak, sang ibu tidak memberikan hak-hak istimewa. Ketika mulai bergabung dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) tempat sang ibu bekerja, Bunga dan Delya tidak langsung menjadi penilai. Mereka diarahkan untuk memulai dari dasar, yaitu menjadi seorang <em>marketing<\/em> sebelum seutuhnya terjun menjadi seorang penilai.<\/p>\n<p>Bagi mereka, keputusan sang ibu yang mengarahkan menjadi <em>marketing<\/em> terlebih dulu tidak bisa dibantah. Mereka melihat Yerri Herliana sebagai sosok sang ibu yang keras, tapi sudah \u00a0membuktikan keberhasilannya dalam karier. Karena itu, Bunga dan Delya tetap mengikuti arahan orangtuanya. Bunga dan Delya berada di posisi <em>marketing<\/em> itu sekitar satu tahun untuk mengetahui lebih dalam soal bisnis KJPP.<\/p>\n<p>\u201cKita semua dasarnya <em>marketing<\/em>, dan saya bangga akan hal itu. Ilmu menjual itu tidak semua orang bisa. Jadi, yang diajarkan mama mencari proyek dulu, baru jadi penilai,\u201d ucap Bunga.<\/p>\n<p>\u201cMama tidak galak, cuma tegas dan disiplin. Kalau punya aturan tak bisa kompromi walau anaknya perempuan. Kalau soal ilmu, mama percaya sama kami, karena sudah dapat dari pendidikan. Tapi kalau praktik belum tentu. Jadi disuruh terjun di marketing, lihat dulu <em>market<\/em> seperti apa, dunia <em>real<\/em>-nya seperti apa, sebab kadang tidak selamanya itu sesuai dengan <em>text book<\/em>,\u201d Delya menambahkan.<\/p>\n<p>Meskipun Bunga dan Delya kompak mengawali karier di industri jasa penilaian dari <em>marketing<\/em>, tapi alasan keduanya menekuni profesi tersebut ternyata berbeda. Bunga yang sempat berkarier di perbankan ingin punya jam kerja yang fleksibel, sedangkan Delya sudah lebih dulu akrab dengan profesi penilai lantaran kerap diajak sang ibu ke kantor.<\/p>\n<p>Perbedaan yang lain, Bunga tergabung di KJPP Iwan Bachron dan Rekan, sedangkan Delya ikut sang ibu di KJPP Wisnu Junaidi dan Rekan. Keduanya terpisah lantaran pilihan karier semata, serta tak ingin menaruh investasi di satu keranjang saja.<\/p>\n<p>\u201cKita kalau dekat berantem, tapi saat jauh minta nasihat. Saya tak pernah mengabaikan nasihat mama. Buat saya itu sudah seperti sabda yang harus dijalani. Karena mama sudah buktikan berhasil,\u201d ujar Bunga.<\/p>\n<p>Bunga memberikan contoh nasihat dari ibu. Misal, tidak gegabah dalam mengambil keputusan atau bagaimana cara mengelola <em>cashflow<\/em> yang baik. \u201cMama juga berpesan jangan menjalani yang terlalu berisiko dan sebagainya. Cuma yang melekat, kalau soal kapital, jangan pernah korbankan rumah tinggal sendiri untuk biayai usaha kita dan selalu utamakan keluarga,\u201d Bunga menambahkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau saya, pertimbangannya saya merasa harus selalu ada di samping mama. Harus ada yang <em>su<\/em><em>pport<\/em> dia. Kalau Mba Bunga ikut mama, mungkin saja saya yang di KJPP lain,\u201d kata Delya, yang sudah 10 tahun bekerja bersama sang ibu.<\/p>\n<p>Bunga dan Delya mengaku sangat menikmati kariernya sebagai seorang penilai. Menurut mereka, menekuni profesi ini lebih banyak suka ketimbang duka karena bisa mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia. Walau tak bisa dikatakan bebas dari risiko, seorang penilai dituntut untuk terus bekerja secara profesional dan kejujuran.<\/p>\n<p>Keduanya juga kompak menyatakan kalau masa depan penilai masih cerah dan optimis bisa saja diturunkan sampai generasi ketiga. \u201cKuncinya, bagaimana cara membangun <em>networking<\/em>, berusaha lebih keras dan perlu ada perbedaan atau keunggulan daripada yang lain,\u201d ujar Bunga.<\/p>\n<p>\u201cPesan mama, selama kita berada di jalan yang benar dan jujur, kita tak boleh takut sama siapa pun. Prospek penilai bagus, karena saya juga dari kecil sering dibawa mama ke kantor. Tiap pulang sekolah main di kantor. Jadi kebawa di alam bawah sadar, kalau kerja itu ya penilai. Kalau anak saya mau jadi penilai, ya tak apa-apa juga,\u201d tutur Delya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana, yang sudah lama berkarier di industri jasa penilaian. Berkat didikan sang &hellip; <a href=\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\" class=\"more-link\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[9,20,22],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian - Media Penilai<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian - Media Penilai\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Media Penilai\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-02T08:59:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-02T09:18:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bunga-deyla.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"892\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\"},\"author\":{\"name\":\"editor\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/person\/79c5eb708a0a7d49243fc4fe8b86a6e8\"},\"headline\":\"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian\",\"datePublished\":\"2024-01-02T08:59:39+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-02T09:18:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\"},\"wordCount\":604,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"#MAPPI\",\"#MediaPenilai\",\"#PenilaiPublik\"],\"articleSection\":[\"Profil\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\",\"url\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\",\"name\":\"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian - Media Penilai\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-01-02T08:59:39+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-02T09:18:30+00:00\",\"description\":\"Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/\",\"name\":\"Media Penilai\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#organization\",\"name\":\"Media Penilai\",\"url\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/logo.png\",\"width\":1998,\"height\":307,\"caption\":\"Media Penilai\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/person\/79c5eb708a0a7d49243fc4fe8b86a6e8\",\"name\":\"editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d93dfbb199b5211af014c798fa19f39?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d93dfbb199b5211af014c798fa19f39?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editor\"},\"url\":\"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/author\/editor\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian - Media Penilai","description":"Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian - Media Penilai","og_description":"Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana.","og_url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/","og_site_name":"Media Penilai","article_published_time":"2024-01-02T08:59:39+00:00","article_modified_time":"2024-01-02T09:18:30+00:00","og_image":[{"width":900,"height":892,"url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bunga-deyla.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"editor","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/"},"author":{"name":"editor","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/person\/79c5eb708a0a7d49243fc4fe8b86a6e8"},"headline":"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian","datePublished":"2024-01-02T08:59:39+00:00","dateModified":"2024-01-02T09:18:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/"},"wordCount":604,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#organization"},"keywords":["#MAPPI","#MediaPenilai","#PenilaiPublik"],"articleSection":["Profil"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/","url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/","name":"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian - Media Penilai","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#website"},"datePublished":"2024-01-02T08:59:39+00:00","dateModified":"2024-01-02T09:18:30+00:00","description":"Kakak beradik Bunga Budiarti dan Delya Ananda menjadi penilai tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ibu, Yerri Herliana.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/2024\/01\/02\/penilai-dua-generasi-5-marketing-dulu-penilai-kemudian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penilai Dua Generasi (5): Marketing Dulu, Penilai Kemudian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#website","url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/","name":"Media Penilai","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#organization","name":"Media Penilai","url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/logo.png","width":1998,"height":307,"caption":"Media Penilai"},"image":{"@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/person\/79c5eb708a0a7d49243fc4fe8b86a6e8","name":"editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d93dfbb199b5211af014c798fa19f39?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4d93dfbb199b5211af014c798fa19f39?s=96&d=mm&r=g","caption":"editor"},"url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/author\/editor\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bunga-deyla.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=660"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":666,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660\/revisions\/666"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediapenilai.mappi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}