Calon Pemimpin MAPPI Harus Visioner
Dorongan agar Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dipimpin penilai-penilai muda memperoleh respons yang begaram. Ada yang setuju saatnya penilai muda memimpin MAPPI. Namun, ada juga yang tak mempermasalahkan soal usia, asal kompeten dan visioner.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) MAPPI Muhammad A Muttaqin mendorong agar penilai-penilai muda siap untuk mengambil alih kepemimpinan MAPPI. Musyawarah Nasional MAPPI untuk membentuk kepengurusan periode 2024-2028 rencananya akan digelar sebelum September 2024.
Tajuddin Nur yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) MAPPI Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) justru tak memasalahkan soal umur. Menurutnya, umur tua atau muda hanya soal angka. Baginya, dewasa adalah soal sikap. Semua orang bisa menjadi tua, tapi belum tentu bisa bersikap dewasa.
Karena itu, menurutnya, ia tak memasalahkan apakah yang akan memimpin MAPPI nantinya tergolong tua atau muda. Yang terpenting, tegasnya, visioner atau memiliki pemikiran jauh ke depan dan bisa merangkul semua.
“Kepemimpinan harus bisa menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Terlebih lagi era milenial saat ini. Dibutuhkan pimpinan yang memiliki jiwa dan pemikiran visioner. Tua atau muda sama saja, yang penting bisa merangkul,” ujar Tajuddin Nur kepada Media Penilai, Kamis (23/11/2023).
Pandangan yang sama disampaikan penilai senior Pung Saifullah Zulkarnain. Menurutnya, MAPPI merupakan organisasi profesi yang besar, karena itu siapa yang nantinya akan memimpin organisasi ini harus seorang visioner. Selain itu, harus memiliki kecintaan dan loyalitas, dan mau berkorban untuk organisasi.
“Muda boleh saja, tapi jangan yang kosong melompong. Harus punya pengalaman dan teruji,” ujar Pung yang pernah menjadi anggota Dewan Penilai MAPPI ini. Kalaupun nanti yang terpilih penilai muda, tetap harus didampingi oleh para seniornya. “MAPPI sekarang ini sudah bagus, ke depan harus lebih bagus lagi. Karena itu, organisasi ini harus dikelola bersama antara yang muda dan senior,” Pung menjelaskan.
Pandangan agak berbeda disampaikan Koordinator Penilai Personal Properti Kompartemen Penilai Properti MAPPI Yuswa. Menurutnya, memang sudah saatnya kalau penilai-penilai muda didorong untuk mengambil alih estafet kepemimpinan organisasi. “Saya setuju, memang sudah saatnya yang muda yang memimpin, apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Itu sudah pas,” ujarnya.
Saat ini pun, lanjut Yuswa, baik di kepengurusan pusat maupun di daerah sudah banyak diisi oleh penilai-penilai muda meskipun posisinya bukan di puncak. Mereka pun sudah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar mengelola organisasi. Meskipun begitu, imbuh Yuswa, muda saja tidak cukup. Harus didukung oleh kompetensi dan komitmen yang kuat. “Karena risiko dan tantangannya berat,” Yuswa menandaskan.
Senada, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) MAPPI Sumut-Aceh Suherwin setuju kaum muda diberi kesempatan memimpin MAPPI. Apalagi, imbuhnya, kaderisasi dan regenerasi di MAPPI telah berjalan dengan baik.
Meskipun begitu, Suherwin tak sepakat bila persyaratan minimum usia Ketua Umum DPN MAPPI diturunkan menjadi di bawah 40 tahun hanya untuk mendorong kaum muda tampil. Alasannya, MAPPI merupakan organisasi profesi, dan keprofesian itu berhubungan erat dengan pengalaman.
“Tak bisa hanya mengandalkan pendidikan, tapi juga harus ada pengalaman. Nah, pengalaman itu butuh waktu. Kalau terlalu muda, bisa saja dia pintar, tapi belum tentu punya pengalaman yang cukup. Jadi, batas minimum 40 tahun itu menurut saya sudah ideal,” demikian argumen Suherwin.
Selain itu, menurutnya, juga harus memenuhi persyaratan kompetensi, integritas, dan kemampuan berorganisasi atau leadership. Untuk mengetahui persyaratan-persyaratan tersebut, bisa dilihat dari rekam jejak para penilai muda yang saat ini sudah terlibat di kepengurusan MAPPI baik di pusat maupun di daerah. “Kalau saya melihat rekam jejak teman-teman penilai muda di berbagai daerah dan di pusat, saya optimis kok, karena mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Suherwin.
Sumber foto ilustrasi: pngwing.
Like, Comment, Share akan sangat membantu publikasi