Menyeragamkan Kertas Kerja, Demi Kebaikan Bersama
Kondisi banyaknya format kertas kerja dan teknis perhitungan dalam penilaian personal properti membuat Kompartemen Penilai Properti ingin membuat suatu terobosan program yang bermanfaat besar. Ide ini didukung oleh fakta tentang efek adanya Biaya Teknis Bangunan (BTB) dalam perhitungan bangunan. Sebelum ada BTB, penilaian properti memiliki banyak format kertas kerja dan teknis perhitungan, namun sejak adanya BTB, penilaian bangunan menjadi lebih terstandar. Efek dari adanya BTB ini menjadi inspirasi untuk mengajak para penilai personal properti membuat kertas kerja yang bisa dijadikan acuan bersama.
Bulan Juli 2022, para penilai personal property berkumpul pertama kali untuk membahas kertas kerja yang dapat diandalkan karena memiliki referensi yang kuat dan dibentuk berkat pengalaman menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK). Ada dua belas penilai personal properti yang terlibat di awal pembuatan kertas kerja penilaian mesin dan peralatan dengan pendekatan biaya ini. Mereka bertemu kurang lebih sepuluh kali baik secara online maupun offline untuk merumuskan format kertas kerja yang disepakati bersama.
Kertas kerja penilaian mesin dan peralatan dengan pendekatan biaya hasil rumusan para penilai personal properti ini disosialisasikan mulai tanggal 25 April 2024 melalui kegiatan workshop yang berlokasi di Swiss-Belresidences Kalibata. Kegiatan workshop ini dipandu oleh dua orang penilai personal properti yakni Yuswa dan Ivan Togatorop. Kegiatan yang berjudul “Workshop Penerapan Format Kertas Kerja Penilaian Personal Properti” ini direncanakan akan dilakukan dalam empat kali kesempatan untuk empat angkatan berbeda. Kegiatan untuk angkatan kedua direncanakan bulan mei di Riau, angkatan ketiga di wilayah Sulamapapua pada bulan juni, dan angkatan keempat akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jawa Tengah.
Kegiatan workshop hari ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan kegiatan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan oleh panitia kegiatan. Ketua II DPN MAPPI Muhammad Dedy Firmanto memberikan sambutan ketiga setelah sambutan Ketua Kompartemen Penilai Properti, Deni Agustino. PPPK juga berkenan menghadiri acara ini dan ikut memberikan sambutan. Acara diselingi oleh coffee break dan dilanjutkan dengan Penjelasan Tentang Teori dan Format Kertas Kerja Penilaian Personal Properti yang diisi oleh Ivan Togatorop dan Yuswa beserta studi kasusnya. Setelah ishoma, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan studi kasus yang telah disiapkan oleh pemateri. Hasil analisis tiap kelompok kemudian dipresentasikan oleh tiap perwakilan kelompok dan dilanjutkan dengan pembahasan dan kesimpulan oleh kedua pemateri.
Like, Comment, Share akan sangat membantu publikasi