Dirjen SPSK Alih Tugas ke Danantara, Kemenkeu Tegaskan Penguatan Agenda Pendalaman Sektor Keuangan
Jakarta—Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyampaikan bahwa Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK), Masyita Crystallin, resmi mengakhiri masa tugasnya dan melanjutkan pengabdian sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di Danantara Investment Management. Alih tugas yang efektif sejak 11 Februari 2026 ini disebut sebagai bagian dari penguatan sinergi kebijakan dan investasi untuk mempercepat agenda strategis pendalaman sektor keuangan nasional.
Dalam siaran pers yang diterima Media Penilai pada Jumat (13/2/2026), Kementerian Keuangan menyatakan penugasan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat integrasi antara arah kebijakan ekonomi, prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), dan strategi investasi jangka panjang.
Dengan pengalaman panjang di bidang makro-keuangan, stabilitas sistem keuangan, serta pengembangan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, Masyita yang pernah berkarir di World Bank dan International Monetary Fund (IMF) diharapkan mampu memperkuat orkestrasi kebijakan dan investasi dalam peran barunya.
Selama menjabat sebagai Dirjen SPSK sejak 23 Mei 2025 melalui Keputusan Presiden No. 83/TPA/2025, Masyita berperan aktif dalam berbagai agenda reformasi sektor keuangan. Kementerian Keuangan mencatat kontribusinya dalam penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan, pendalaman pasar keuangan domestik, serta harmonisasi kebijakan dalam kerangka Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Alih tugas ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola yang baik dalam menjaga stabilitas serta mendorong transformasi sektor keuangan Indonesia. Seluruh proses transisi juga telah dilakukan secara tertib dan sesuai dengan prinsip good governance.

Kementerian Keuangan juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Masyita selama mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal SPSK. Pemerintah meyakini peran barunya akan semakin memperkuat integrasi kebijakan dan investasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Dilansir dari laman pribadinya, Masyita Crystallin merupakan salah satu ekonom perempuan paling berpengaruh di Indonesia saat ini. Selain perannya di pemerintahan, Masyita juga aktif di lembaga internasional dan forum kebijakan global. Ia pernah menjadi Partner dan Kepala Kebijakan Keuangan Berkelanjutan di Systemiq Ltd., berkontribusi dalam pengembangan kerangka keuangan hijau di kawasan Asia-Pasifik.
Masyita yang mendapatkan gelar master dari Australian National University dan meraih gelar doktor di bidang Ekonomi dari Claremont Graduate University, Amerika Serikat, ini memiliki pengalaman menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan untuk perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi. Ia juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Kebijakan Makroekonomi untuk Menteri Koordinator Bidang Maritim dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan pariwisata.
Penyunting : Farid Syah
Like, Comment, Share akan sangat membantu publikasi











