MAPPI Peduli Hadir di Flores, Bantu Warga yang Rumahnya Roboh akibat Gempa

Manggarai—Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) telah menyalurkan donasi kemanusiaan bagi para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu-Minggu (29-30/8/2026). Bantuan didistribusikan kepada para korban yang tinggal di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Pulau Flores), Provinsi NTT.

Sebelumnya, MAPPI melalui program MAPPI Peduli telah melakukan penggalangan donasi bagi para korban musibah bencana NTT selama dua pekan pada Agustus 2026. Donasi dari para anggota MAPPI dan masyarakat umum hingga Senin (31/8/2026) terkumpul sebanyak Rp 26,5 juta. Dari jumlah tersebut, MAPPI menyalurkan donasi Tahap 1 dengan nominal Rp 10 juta. Donasi Tahap 1 tersebut kemudian dibelanjakan kebutuhan sembako seperti beras, telur serta mi instan.

Delegasi penyaluran donasi MAPPI Peduli Tahap 1, Riza Abdilla Chairil mengatakan bahwa sebanyak 130 paket sembako telah diberikan kepada 130 kepala keluarga penerima bantuan. Paket tersebut antara lain berisi beras 4 kg, telur 5 butir dan mi 4 bungkus.

“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama dua hari (Sabtu dan Minggu) karena perjalanan ke lokasi tempat para penerima bantuan tersebut memakan waktu yang cukup lama,” ujar Riza saat dihubungi Media Penilai, Sabtu (29/8).

 

Salurkan Langsung ke Korban Gempa

Selama pendistribusian donasi, MAPPI Peduli dibantu oleh salah satu relawan kemanusiaan asal Flores. Para relawan kemudian menunjukkan tempat tinggal para korban bencana gempa yang memang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan.

Sebelum mendonasikan bantuan, delegasi MAPPI Peduli dan relawan terlebih dahulu menyurvei untuk melihat secara langsung kondisi rumah-rumah warga yang roboh akibat gempa, serta meninjau tenda pengungsian yang mereka tinggali sementara waktu.

Salah satu relawan, Rofina Tuti Harni menuturkan bahwa bantuan didistribusikan ke titik lokasi korban gempa yang memang rumahnya benar-benar hancur.

“Sebenarnya banyak yang meminta—bantuan. Tapi kita sudah jalan-jalan (survei), jadi sudah tahu mana saja yang rumahnya hancur dengan lihat langsung kondisinya. Saya tahu bagaimana riwayat mereka,” papar Tuti.

Paket bantuan didistribusikan ke lima desa di dua kecamatan yakni Kelurahan Compang Tuke (21 paket) dan Kelurahan Mbaumuku (15 paket), Kecamatan Langke Rembong; Desa Rahong (60 paket), Desa Golo Worok (19 paket) dan Desa Bahong (15 paket), Kecamatan Ruteng. Seluruh titik lokasi tersebut berada di Kabupaten Manggarai (Pulau Flores).

Bangkit dari Musibah

Menurut Tuti, penerima bantuan dari MAPPI Peduli rerata adalah para petani sayur mayur yang tidak punya pekerjaan tetap. Hasil pertaniannya mereka kemas dan distribusikan ke restoran, hotel dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Flores.

Tuti bercerita bahwa para korban saat ini memang sedang terpuruk secara ekonomi dan mental karena rumah mereka roboh saat terjadi gempa 7,7 magnitudo pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.

“Kita arahkan mereka untuk jangan terpaku pada bantuan terus. Mereka juga harus bangkit. Kebun mereka kan tidak masalah dan masih bisa menghasilkan. Yang bermasalah itu rumah mereka yang roboh. Maka harus dipikirkan ke depannya bagaimana,” ungkapnya.

Konsisten Berdonasi

MAPPI melalui program MAPPI Peduli secara konsisten telah menggalang donasi dan mendistribusikan berbagai jenis bantuan ke beberapa titik lokasi bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. MAPPI berupaya untuk hadir dan ‘menyentuh’ langsung ke titik lokasi bencana.

Sebelumnya, MAPPI telah melaksanakan aksi penggalangan dana bagi para korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat secara bertahap.

 

Penulis : Farid Syah

Penyunting : Eka Vanda

Leave a Reply