Di Bawah Kolong Tol Penjaringan, MAPPI Merawat Empati pada Usia ke-45

Penjaringan, Jakarta Utara — Aroma debu dan deru mesin di proyek Jalan Tol Penjaringan menjadi latar yang tak biasa bagi sebuah tasyakuran ulang tahun. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) memilih menepi dari kemegahan seremonial untuk mendatangi sebuah sudut tersembunyi di Jakarta Utara: Sekolah Darurat Kartini, yang berdiri kukuh di bawah kolong proyek jalan tol di Jalan Lodan Raya, Ancol.

Bangunan ruang kelas yang bersisian dengan beton-beton pancang, semburat keceriaan anak-anak sangat terlihat jelas saat menyambut kedatangan dari jajaran pengurus MAPPI.

“Peringatan 45 tahun MAPPI hari ini diperingati secara sederhana bersama dengan anak-anak Sekolah Darurat Kartini yang berada di bawah kolong proyek Jalan Tol Penjaringan, Jakarta Utara,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) MAPPI, Budi Prasodjo, yang juga hadir langsung di lokasi.

Sekolah swakelola mandiri ini bukan sekadar bangunan darurat di bawah proyek jalan tol. Selama 36 tahun, lembaga ini dihidupkan oleh dedikasi dua bersaudara yang akrab disapa Ibu Kembar, Sri Rossyati dan Sri Irianingsih.

Dari jenjang TK hingga SMA/SMK, keduanya konsisten merawat asa anak-anak jalanan dan warga tak mampu agar tetap mengenyam pendidikan yang layak. Di dalam kompleks sederhana itu, selain ruang kelas tempat belajar, terdapat pula dapur bersahaja yang digunakan untuk memasak dan makan bersama.

Kehadiran rombongan MAPPI hari itu membawa sejumlah bantuan penunjang aktivitas belajar, mulai dari papan tulis putih (whiteboard) beserta kelengkapannya, hingga paket alat tulis untuk para murid dan ibu-ibu pengajar. Budi Prasodjo secara pribadi turut menyumbangkan buku-buku bacaan.

Selain dukungan pendidikan, sebanyak 75 paket sembako berisi beras 5 kilogram, minyak goreng, gula, dan bumbu dapur disalurkan kepada keluarga siswa. “Anak-anak kecil ini bahagia dengan kehadiran kami dan menyambut dengan wajah yang sangat cerah. Kami mengucapkan terima kasih atas atensi dari semua anggota MAPPI,” ungkap Budi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPN MAPPI. Tampak hadir Ketua 1 Dewi Smaragdina, Sekretaris Umum Nur Ali Nugroho, serta tiga Wakil Sekretaris Umum—Firmansyah, Taufan Bachtiar, dan Susana Ida Setianingrum. Momen tersebut juga disaksikan oleh perwakilan regulator dari Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan (DPPPK) Kementerian Keuangan RI, di antaranya Kasubdit Program dan Manajemen Pengetahuan, Adek Rendra Muchtar, Kepala Seksi Program dan Sistem Kerja, Tri Wuri Handayani, serta Sekretaris Direktur PPPK, Conie Jihan Sujannah Habibah.

 

Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Panti Asuhan

Langkah berbagi kebahagiaan ini tak berhenti di pinggiran Jakarta. Pada hari yang sama, Dewan Pengurus Daerah (DPD) MAPPI Jawa Tengah turut menggelar aksi kemanusiaan di Panti Asuhan Nurul Islam, Pedurungan, Kota Semarang.

DPD MAPPI Jawa Tengah mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Nurul Islam Tlogosari Kulon, Kota Semarang, Selasa (20/10/2026).

Menghimpun donasi dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) di wilayah Jawa Tengah, bantuan disalurkan dalam bentuk empat unit lemari pakaian, empat unit kipas angin gantung, sembako, perlengkapan sanitasi, hingga peralatan sekolah. Anggota MAPPI juga membagikan koleksi buku pribadi, mulai dari novel, komik, hingga buku resep masakan.

Ketua DPD MAPPI Jawa Tengah, M. Nur Rokib, menegaskan bahwa perayaan milad profesi ini menjadi momentum untuk memperkuat kepekaan sosial. “Di hari bahagia dalam rangka hari jadi MAPPI yang ke-45 ini, anggota MAPPI Jawa Tengah juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di panti asuhan,” tuturnya.

 

Penulis : Farid Syah

Penyunting : Eka Vanda

Leave a Reply